Rabu, 21 Januari 2026

Arif Mursodo, Senior Pilot Paralayang Indonesia.

 


Beliau adalah Arif Mursodo, seorang senior pilot paralayang Indonesia yang juga seorang konsultan TI (Teknologi Informasi). 

Meski lahir di Jakarta, pria kelahiran 23 Februari 1962 ini tidak asing bagi para pegiat paralayang di Sumatera Barat (Sumbar). Dirinya bersama beberapa kolega berhasil mengembangkan olahraga ekstrim tersebut di Sumbar sejak tahun 1999. Hingga kini sudah banyak atlet paralayang berprestasi yang berasal dari Sumbar.

Menurut Arif, kedisiplinan dan kepatuhan pada aturan yang menuntunnya menjadi Ia yang sekarang. Meski umurnya yang tak lagi muda (kepala enam), Arif tetap bisa menjuarai berbagai kompetisi baik di dalam maupun luar negeri. Tak hanya di bidang olahraga, Arif juga sempat menempuh pendidikan yang mendukung kemampuan TI-nya di Jepang dan Australia. 

Beberapa prestasinya di bidang olahraga yaitu berhasil meraih juara satu kejuaraan Kuala Kubu Baru kategori Master di Malaysia tahun 2019, Juara dua TROI seri 4 Modangan, dan juara satu TROI Seri 5 Dhamasraya, dan di tahun berikutnya Arif berhasil menyabet juara pertama kelas Master pada kejuaraan Sharjah (UAE) Open. Satu lagi yang terbaru yaitu meraih juara satu kategori akurasi kelas Master pada TROI seri 3 di Batam pada November 2021. 

Dengan semua pengalaman tersebut, Arif menunjukan bahwa dengan dedikasi yang tinggi dan didasari oleh kebutuhan akan kebugaran tubuh serta mental yang kuat, meski sudah berumur Ia tetap mampu menorehkan prestasi. Membudayakan hidup sehat dimulai dari disiplin dalam berolahraga dan menjaga pola hidup.

https://deputi2.kemenpora.go.id/detail/125/mengenal-arif-mursodo-senior-pilot-paralayang-indonesia

PARALAYANG INDONESIA, PERJALANAN DARI MASA KE MASA

 


Pada tahun 1988, seorang fotografer asal Perancis mengirimkan sebuah Parasut Paralayang ke Lody Korua, sebagai imbal jasa ditemaninya Tim Ekspedisi Perancis ke Pulau Seram. Setelah sekian lama tersimpan, parasut ini dipinjamkan kepada (alm) Dudy Arief Wahyudi, untuk selanjutnya dibawa ke Yogyakarta.

Berbekal parasut ini, maka (alm) Dudy dan Gendon Subandono, cobalah secara otodidak, dengan mempelajari buku manual yang ada, dan inilah perkembangan olahraga Paralayang di Indonesia. Parasut tipe Drakkar Everest ini pun menjadi parasut pertama yang kemudian dipergunakan untuk belajar banyak orang.

Pada awal perkembangannya, olahraga paralayang dikenal dengan sebutan olahraga terjun gunung. Kelompok Terjun Gunung Merapi yang Didirikan di Yogyakarta menjadi salah satu penanda hadirnya komunitas olahraga dirgantara ini. Ada pula, turis asal Perancis lainnya, Bernard Fode (alm) yang akhirnya menetap di Bali, pada tahun 1990, dan memulai kegiatan terbang Paralayang di Pantai Timbis, Bali.

Pada waktu berikutnya, mulai hadir para penggiat yang mewarnai olahraga ini. Pada tahun 1992 ini tercatat tak lebih dari 5 orang yang ada di Indonesia. Lokasi yang dipakai untuk kegiatan Paralayang saat itu adalah Puncak, Bukit Sentul, Lido (Jawa Barat), Pantai Parangtritis (Yogyakarta) dan Timbis (Bali).


https://www.paragliding.web.id/organization/history

Atlet Paralayang Sumedang Meraih 2 Gelar Juara di Thailand

 


Atlet paralayang andalan Kabupaten Sumedang Pangeran Dirgantara Pribaya berhasil merebut dua gelar juara dalam kejuaraan paralayang yang digelar di Thailand 11-14 Februari 2023. Pangeran Dirgantara menyabet gelar juara 1 Junior AFA Asian League 2023 dan juara III Overall AFA Asian 2023. Hasil medali ini menambah koleksi gelar juara bagi Pangeran Dirgantara yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa Fisip Unpad semester III. 

Ditambahkannya, kejuaraan AFA League diadakan selama empat hari, tanggal 11-14, dan selain dari dua kejuaraan tersebut, iapun masih akan terjun di kejuaraan Paragliding Accuracy World Cup ( PGAWC) dari 17 - 20 Februari dengan jumlah peserta sebanyak 134 orang. 

Menurut Pangeran, dunia Paralayang sudah menjadi kehidupannya, karena hampir seluruh keluarganya, terjun ke cabor Paralayang termasuk bapaknya Aries Pribaya yang mantan atlet juga dan kini menjadi pelatih paralayang.

https://sumedangkab.go.id/berita/detail/atlet-paralayang-sumedang-sabet-2-gelar-juara-di-thailand

Parasut dan Cara Kerjanya

 


Parasut merupakan alat yang digunakan untuk memperlambat gerakan suatu objek di udara dengan menciptakan hambatan udara (drag) . Drag di dapat dari luas permukaan parasut, jadi semakin luas parasut maka semakin besar beban yang bisa di bawanya. Ada dua jenis parasut. Parasut berbentuk kubah (dome canopy ). Yang kedua berbentuk segi empat yang biasanya di gunakan untuk olah raga paralayang.

Sebuah parasut paralayang terdiri dari dua permukaan paralel yang kuat dan saling dihubungkan dengan lembaran-lembaran vertikal. Bagian ini disebut ribs. Pada ribs ada lubang yang disebut crossport. Fungsinya, penyeimbang tekanan dan memudahkan parasut mengembang.

Ribs membagi tubuh parasut menjadi beberapa sel yang ditandai dengan dua tali yang menjulur di masing-masing sisinya. Setiap sel punya anak yang jumlahnya bisa satu, dua, tiga atau lebih, tergantung dari jenis parasut.

Sisi depan yang merupakan pintu sel ada leading edge. Sisi belakangnya disebut trailing edge. Pada permukaan bawah parasut atau intrados terdapat tali-tali yang menjulur ke bawah. Gabungan dari tali-tali itu disebut riser.

Dan riser inilah yang akan dihubungkan dengan harness. Ada dua kelompok tali yang dihubungkan dengan stabilizer, namanya brake atau tali kemudi (control line). Ujung dari tali kemudi dinamakan togel. Di tangan tali kemudi ini kontrol gerak parasut dan rem difungsikan. Dan seorang penerbang harus paham betul bagian-bagian parasut tadi.

https://fhannum.wordpress.com/2012/11/16/parasut-dan-cara-kerjanya/

6 Syarat Naik Paralayang

 



Paralayang adalah olahraga udara yang menantang sekaligus menyenangkan dan untuk bisa terbang dengan aman, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, baik bagi pemula maupun profesional. Berikut adalah syarat naik paralayang:

1. Usia Minimum dan Kondisi Fisik

Tidak semua orang bisa langsung mencoba paralayang, karena olahraga ini membutuhkan kondisi fisik yang sehat dan prima. Umumnya, usia minimum yang diperbolehkan adalah 14–18 tahun, tergantung pada kebijakan tempat latihan.

2. Berat Badan Ideal

Berat badan juga menjadi pertimbangan penting dalam paralayang. Biasanya, pilot atau peserta tandem harus memiliki berat badan dalam rentang 40–100 kg, tergantung pada kapasitas peralatan yang digunakan.
Berat yang terlalu ringan atau terlalu berat bisa mempengaruhi keseimbangan dan kendali saat terbang.

3. Mengikuti Pelatihan Dasar

Bagi yang ingin terbang sendiri (solo flight), wajib mengikuti kursus paralayang terlebih dahulu. Pelatihan ini mencakup:
  • Teori aerodinamika dan prinsip dasar paralayang.
  • Teknik lepas landas, terbang, dan mendarat dengan aman.
  • Cara mengendalikan parasut dan membaca arah angin
  • keselamatan jika terjadi keadaan darurat.

    4. Menggunakan Peralatan Standar

    Peralatan yang digunakan harus memenuhi standar keselamatan, seperti:
    • Parasut utama (glider) yang sesuai dengan berat badan.
    • Harness (sabuk pengaman) untuk menopang tubuh saat terbang.
    • Helm untuk melindungi kepala dari benturan.
    • Radio komunikasi jika diperlukan dalam penerbangan solo.
    • Sepatu dan pakaian yang nyaman untuk menghindari cedera saat lepas landas atau mendarat.

    5. Kondisi Cuaca yang Mendukung

    Penerbangan paralayang hanya bisa dilakukan dalam kondisi cuaca yang mendukung. Angin tidak boleh terlalu kencang atau terlalu lemah, dan langit harus cukup cerah.
    Biasanya, pilot atau instruktur akan melakukan pengecekan cuaca sebelum terbang untuk memastikan keselamatan.

    6. Mendapatkan Lisensi untuk Penerbangan Mandiri

    Jika ingin terbang sendiri, peserta harus mendapatkan lisensi paralayang dari organisasi terkait, seperti Persatuan Olahraga Dirgantara Indonesia (PORDIRGA) atau Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). https://kumparan.com/seputar-hobi/6-syarat-naik-paralayang-persiapan-dan-ketentuan-yang-harus-dipenuhi-24VweAn9VJm/full

Perbedaan Paralayang, Terjun Payung, dan Gantole (Hang Gliding)

 

Ketiganya sama-sama merupakan olahraga udara. Namun, ada beberapa perbedaan spesifik antara mereka, yaitu:

-Paralayang menggunakan alat terbang yang menyerupai layang.

-Sementara itu, alat terbang terjun payung mirip dengan payung, atau disebut juga parasut.

-Cara terbang paralayang menyerupai burung.

-Namun, terjun payung membawa Anda semakin ke bawah setelah melakukan penerjunan.

-Ihwal lepas landas, hang gliding punya banyak gaya dan teknik. Gantole butuh bukit pasir (bukit biasa juga bisa), gunung, atau tebing untuk bisa lepas landas.

-Namun, paralayang hanya memiliki dua pilihan cara lepas landas, bergerak maju sebanyak mungkin, atau malah mundur.


https://www.funfly.id/post/harga-paralayang

Atlet Indonesia Raih Emas Kejuaraan Paralayang di Jepang

 



Atlet Paralayang Indonesia asal Tulungagung, Damar Tetuko Harimurti (17), menunjukkan penampilan gemilang dalam ajang Fujinomiya Paragliding Accuracy Internasional Open. Kejuaran ini dihadiri oleh Japan Hang and Paragliding Federation (JHF) di Asagiri, Fujinomiya, Jepang, pada 28-29 November 2025 lalu.

Di tengah persaingan ketat antarnegara Asia, Siswa kelas 12 SMAN 1 Boyolangu tampil konsisten dan memmborong sejumlah prestasi mengagumkan. Yaitu, Juara 1 individu (usia di bawah 26 tahun) dan Juara 2 individu (overall)  sekaligus meraih 2 medali emas dan 1 medali perak. 

Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya (Pensosbud) KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula, mengapresiasi prestasi Damar tersebut. Karena ini kali pertama Indonesia ikut dalam Kejuaraan Dunia Paralayang di Jepang.

Selamat atas pencapaian gemilang yang sukses diraih Damar Tetuko Harimurti dalam ajang Kejuaraan Internasional Paralayang di Jepang, kata Al Aula dalam siaran pers KBRI Tokyo yang diterima RRI, Kamis (4/12/2025).

Menurut dia, prestasi ini menjadi bukti kuat bahwa atlet Paralayang Indonesia mampu meraih prestasi papan atas tingkat dunia. Prestasi Damar ini tentunya tidak hanya menjadi kebanggaan Indonesia, tetapi juga menjadi penyemangat atlet Paralayang Indonesia lainnya untuk lebih berprestasi. 


https://rri.co.id/olimpik/2021798/atlet-indonesia-raih-emas-kejuaraan-paralayang-di-jepang

Kejuaraan Dunia Paralayang Digelar di Batudua Sumedang September Mendatang

 



West Java Paragliding World Championship (WJPWC) 2025 bakal digelar September mendatang. Event paralayang bertaraf internasional  akan digelar di Venue Paralayang Batudua, Gunung Lingga, Kecamatan Cisitu. 

WJPWC digelar kerja sama Pemprov Jabar bersama Pemkab Sumedang yang menghadirkan atlet paralayang dari berbagai negara dan menjadi ajang promosi wisata olahraga Sumedang dan Jawa Barat. 

Bupati Dony Ahmad Munir menyebutkan, pembahasan WJPWC 2025 dilakukan bersama Sekda Jabar Herman Suryatman di Batudua. “Di ketinggian 950 mdpl, Batudua, Gunung Lingga, Cisitu bersama Pak Sekda Jabar Herman Suryatman,  jajaran Pemkab Sumedang membahas  agenda kejuaraan West Java Paragliding World Championship 2025 yang digelar di Sumedang pada bulan September 2025,” kata Dony, Minggu (29/6/2025). 

Menurutnya, dibahas juga tentang pengamanan dan pemamfaatan aset Pemrov Jabar yang ada di Sumedang. Diantaranya bekas Gedung Samsat di Regol, Venue Paralayang di Batudua,  aset tanah dll. “Sehari sebelumnya, saya kontak Pak Gubernur Dedi Mulyadi. Pak Gub menugaskan Pak Sekda ke Sumedang saat libur panjang, Sabtu kemarin,” katanya.

 Disebutkan, ia menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan kesiapan daerahnya menjadi tuan rumah kejuaraan dunia tersebut. "Puluhan negara akan hadir ke Sumedang. Ini menjadi warna tersendiri untuk Sumedang dan Jawa Barat di mata dunia. Insyaallah pelaksanaannya sukses dan membawa manfaat luas," kata Dony.

https://sumedangkab.go.id/berita/detail/kejuaraan-dunia-paralayang-digelar-di-batudua-sumedang-september-mendatang

Ketua Paralayang Indonesia Sebut Rongkong Miliki Potensi Besar untuk Pengembangan Olahraga Paralayang

 


Ketua Paralayang Indonesia, Asgaf Ahmad Umar, memuji keindahan kecamatan Rongkong. Di mana kecamatan yang terletak di wilayah pegunungan ini sangat layak dijadikan sebagai pusat pengembangan olahraga paralayang di Indonesia. 

“Saya baru pertama kali ke Rongkong, dan saya sudah berkeliling Indonesia terbang, tetapi baru kali ini saya menemukan tempat yang sangat luar biasa,” puji Asgar. 

Putra asli Donggala Sulawesi Tengah ini melayangkan pujiannya saat melakukan eksplorasi dan study kelayakan potensi olahraga dan pariwisata di Rongkong belum lama ini selama sepekan. 

“Tempatnya cukupnya indah, view-nya sangat cantik, eksotik banget. Di mana setiap lembah ada rumah-rumah dan sawah-sawah. Ini belum saya temukan di tempat lain,” sambung dia.

Ia mengatakan, ujicoba olahraga paralayang di Rongkong begitu menantang. Hal itu ia rasakan saat melakukan atraksi paralayang dengan mengitari langit di angkasa, sambil membelah udara dan melayang bagaikan burung yang menari-nari di angkasa biru. 

“Meskipun kita lelah ke atas, tetapi terbayarkan dengan view yang sangat cantik dan indah memesona,” terang Asgaf yang terpilih sebagai Ketua Paralayang Indonesia periode 2022 – 2026 pada Desember 2022 yang lalu.

Dengan melihat potensi Rongkong yang begitu besar, maka ia berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara segera menangkap peluang dan potensi yang dimiliki Rongkong untuk dijadikan sebagai pusat pengembangan olahraga paralayang di Indonesia.

“Selaku Ketua Paralayang Indonesia, saya berharap kepada Pemda Kabupaten Luwu Utara untuk segera menindaklanjuti hasil survei ini agar ke depan, mungkin tidak terlalu lama, saya berharap ada pengembangan olahraga paralayang di sini,” harapnya.  

Sementara Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Luwu Utara, Bulan Masagena, mengatakan bahwa pihaknya kembali akan menyelenggarakan event pesona Luwu Utara dengan fokus utama adalah festival paralayang.


https://sulselprov.go.id/post/ketua-paralayang-indonesia-sebut-rongkong-miliki-potensi-besar-untuk-pengembangan-olahraga-paralayang

Mengenal Paralayang Lebih Dekat: Olahraga Udara yang Memukau dan Menantang

 



Paralayang, atau yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai paragliding, adalah sebuah olahraga ekstrem yang melibatkan penerbangan dengan menggunakan parasut khusus yang dirancang untuk meluncur di udara.

Parasut ini dikenal sebagai “glider” atau “sayap” dan biasanya terbuat dari kain nilon yang kuat dan ringan. Penerbang, yang disebut sebagai paraglider, akan duduk di sebuah harness yang terhubung ke glider, dan memanfaatkan kekuatan angin dan thermals (arus udara panas) untuk tetap mengudara.

Olahraga paralayang modern mulai berkembang pada akhir 1970-an dan awal 1980-an di Eropa. Pada awalnya, kegiatan ini merupakan bentuk eksperimen oleh para penggemar olahraga terjun payung yang ingin merasakan sensasi terbang lebih lama.

Paralayang tidak hanya menawarkan sensasi petualangan dan kebebasan, tetapi juga memiliki sejumlah manfaat lain, seperti:

  • Kesehatan Mental: Menghilangkan stres dan meningkatkan kesejahteraan mental dengan menikmati pemandangan alam yang menakjubkan dari ketinggian.
  • Kebugaran Fisik: Olahraga ini memerlukan kekuatan tubuh bagian atas dan daya tahan yang baik, membantu meningkatkan kebugaran fisik secara keseluruhan.
  • Komunitas: Bergabung dengan komunitas paraglider membuka kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang baru yang memiliki minat yang sama.

Arif Mursodo, Senior Pilot Paralayang Indonesia.

  Beliau adalah Arif Mursodo, seorang senior pilot paralayang Indonesia yang juga seorang konsultan TI (Teknologi Informasi).  Meski lahir d...